Sijodah dalam Perspektif Agama, Adat, dan Sosial di Ompang Tanah Sirah Kota Payakumbuh

Authors

  • Hadiati Hadiati Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Pemuda dan olahraga Kota Payakumbu Sumatera Barat
  • Rella Elci Mardiah Bidang Kebudayaan-Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh Sumatera Barat
  • Ritman Hendra Bidang Kebudayaan-Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh Sumatera Barat
  • Nadia Komala Sapitri Bidang Kebudayaan-Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh Sumatera Barat

Abstract

Sijodah merupakan warisan budaya yang berasal dari Ompang Tanah Sirah Kota Payakumbuh. Memiliki kekhasan Tradisi yang sudah diwariskan secara turun temurun dalam menjaga Agama, Adat dan Sosial. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah kualititif. Dalam pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Penyajian nya dillakukan secara Deskriptif Analitis terhadap temuan. Hasilnya, bahwa Penamaan Sijodah erat kaitannya dengan hubungan secara vertical kepada Sang Khalik (Allah SWT) dan secara Horizontal terhadap sesama Hamba Allah. Karena muatan-muatan di dalam sarat akan nilai-nilai Agama, Adat dan Sosial. Keterbatasan Ekonomi sebagian mesyarakat menjadi perhatian bagi kalangan masyarakat mampu, agar keutuhan dan keharmonisan hubungan dengan sesama, apalagi dengan Sang Khalik tidak terganggu, Maka, kesimpulan dari Sijodah sebagai media dalam memperteguh hubungan itu, supaya setiap masyarakat memperoleh kebahagian yang sama. Sijodah ini dengan menyembelih satu ekor sampai lima ekor kambing dengan tujuan memberikan keringan bagi orang tua yang belum mampu dalam mengAqiqahkan anak-anaknya. Pelaksanakan Tradisi Sijodah pada sepuluh terakhir Bulan Ramadhan, biasaya dilaksanakan pada satu hari tanggal ganjil

Downloads

Published

2026-01-30