Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Panti Asuhan Asrama Yatim Piatu Al-Amin Kota Bengkulu

Authors

  • Mardiyansyah Bahar Prodi Teknologi Laboratorium Medis, Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa, Bengkulu, Indonesia
  • Eka Nurdianty Anwar Prodi Teknologi Laboratorium Medis, Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa, Bengkulu, Indonesia
  • Muhammad Dzaky Pasharli Prodi Teknologi Laboratorium Medis, Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa, Bengkulu, Indonesia
  • Yurman Prodi Teknologi Laboratorium Medis, Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa, Bengkulu, Indonesia
  • Hepiyansori Prodi Teknologi Laboratorium Medis, Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa, Bengkulu, Indonesia
  • Inayah Hayati Prodi Teknologi Laboratorium Medis, Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa, Bengkulu, Indonesia
  • Lilis Suryani Prodi Teknologi Laboratorium Medis, Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa, Bengkulu, Indonesia
  • Septi Puspitasari Prodi Teknologi Laboratorium Medis, Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa, Bengkulu, Indonesia
  • Dela Pebriani Prodi Teknologi Laboratorium Medis, Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa, Bengkulu, Indonesia
  • Eka Sangga Putra Prodi Teknologi Laboratorium Medis, Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa, Bengkulu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37638/padamunegeri.v6i2.832

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak-anak Panti Asuhan Asrama Yatim Piatu Al-Amin Kota Bengkulu. PHBS memiliki peran penting dalam mencegah berbagai penyakit menular maupun tidak menular dan membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, dilakukan survei lokasi dan penyusunan materi serta media penyuluhan. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan edukasi PHBS menggunakan metode ceramah dengan media leaflet dan diskusi. Pada tahap evaluasi, pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai PHBS setelah diberikannya edukasi. Rata-rata skor pre-test peserta adalah 46,6%, sementara setelah edukasi rata-rata skor post-test meningkat menjadi 85,2%. Peningkatan terbesar terjadi pada pengetahuan mengenai cara menggosok gigi, waktu mencuci tangan, dan kebersihan diri. Hal ini membuktikan bahwa metode penyuluhan yang disertai dengan demonstrasi langsung dapat efektif dalam meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai pentingnya hidup bersih dan sehat. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil mendorong anak-anak untuk menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari dan diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan mereka.

Downloads

Published

2025-12-30

Issue

Section

Articles