Citrus Watch: Edukasi Petani dan Penerapan Pengendalian Terpadu terhadap Hama dan Penyakit Tanaman Jeruk di Sentra Hortikultura Rejang Lebong, Bengkulu

Authors

  • Yenny Sariasih University of Bengkulu
  • Sempurna Ginting University of Bengkulu
  • Alimansyah University of Bengkulu
  • Ivana Maharani Putri Mahasiswa Proteksi Tanaman 2022, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Rofen Diantara Mahasiswa Proteksi Tanaman 2022, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Deka Apriyadi Mahasiswa Proteksi Tanaman 2022, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37638/padamunegeri.v6i2.1899

Abstract

Penurunan produksi jeruk di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, dalam beberapa tahun terakhir disebabkan oleh meningkatnya serangan hama dan penyakit, terutama  hama lalat buah  dan penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) atau Huanglongbing (HLB). Program pengabdian masyarakat bertajuk “Citrus Watch” dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Bengkulu bekerja sama dengan petani mitra “Pemuda Rukun” yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengenali dan mengendalikan hama serta penyakit jeruk secara terpadu. Kegiatan dilakukan melalui edukasi, dengan membagikan buku saku  tentang hama dan penyakit tanaman jeruk dan pengendaliannya, pemasangan yellow trap untuk memantau populasi vektor penyakit, serta penggunaan perangkap lalat buah di enam kebun petani mitra di Desa Sumber Urip dan Karang Jaya. Program juga mencakup penanaman 100 bibit jeruk sehat, penggunaan pupuk hayati, serta pelatihan monitoring populasi hama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan populasi hama dan peningkatan kesadaran petani terhadap penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Kegiatan ini diharapkan berkontribusi pada keberlanjutan pertanian jeruk di Rejang Lebong dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Kata kunci:edukasi, hama,  jeruk, penyakit, PHT

Downloads

Published

2025-12-22

Issue

Section

Articles