Pengaruh Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Terhadap Pertumbuhan Berat Badan Bayi 7 Bulan Di Posyandu Dahlia Desa Datarajan Kecamatan Ulubelu Kabupaten Tanggamus
DOI:
https://doi.org/10.37638/anjani.v4i2.1183Abstract
Indonesia umur 6-23 bulan tidak mengkonsumsi makanan pendamping ASI yang memadai dan 37% dari anak-anak balita di Indonesia menderita gizi buruk dalam bentuk stunting. Anak yang mengalami stunting menghadapi hambatan belajar di sekolah, berpenghasilan lebih rendah ketika dewasa dan cenderung mewariskan siklus kemiskinan antar generasi. Pemberian MP-ASI dengan tepat dan benar akan mendukung tumbuh kembang bayi baik kognitif, psikomotorik dan menumbuhkan kebiasaan makan yang baik. Tujuan penlitian ini diketahui pengaruh praktik pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) terhadap pertumbuhan berat badan bayi 7 bulan di Posyandu Dahlia Desa Datarajan Kecamatan Ulubelu Kabupaten Tanggamus Tahun 2021.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen (experimental), metode quasi eksperiment dengan desain pretest-posttest with control group. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi 7 bulan di Posyandu Dahlia Desa Datarajan Kecamatan Ulubelu Kabupaten Tanggamus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 30 responden. teknik sampling purposive sampling, penelitian menggunakan analisa univariat dan bivariat t-tes indepdnen.
Rata-rata berat badan bayi 7 bulan sebelum diberi praktik pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) dengan mean 9,233 pada kelompok intervensi dan mean 8,593 pada kelompok kontrol. Rata-rata berat badan bayi 7 bulan sesudah diberi praktik pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) dengan mean 9,740 pada kelompok intervensi dan mean 8,773 pada kelompok kontrol. Hasil uji statistik menggunakan tes-independen didapat nilai p-value 0,008 (α<0,05) yang artinya terdapat pengaruh praktik pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) terhadap pertumbuhan berat badan bayi 7 bulan di Posyandu Dahlia Desa Datarajan Kecamatan Ulubelu Kabupaten Tanggamus Tahun 2021. Bagi Posyandu Dahlia Desa Datarajan Kecamatan Ulubelu, diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan wacana baru untuk memberikan kegiatan pengajaran praktik pembuatan MP-ASI.
ABSTRACT
Indonesians aged 6-23 months do not consume adequate complementary foods and 37% of children under five in Indonesia suffer from malnutrition in the form of stunting. Stunting children face learning barriers in school, earn lower incomes as adults and tend to pass on cycles of poverty between generations. Giving MP-ASI correctly and correctly will support the baby's cognitive, psychomotor and developmental growth and foster good eating habits. The purpose of this study was to determine the effect of the practice of giving complementary feeding to breast milk (MP-ASI) on the weight growth of a 7-month-old baby at the Dahlia Posyandu, Datarajan Village, Ulubelu District, Tanggamus Regency in 2021.
This research is an experimental research (experimental), quasi-experimental method with pretest-posttest design with control group. The sample in this study was a 7-month-old baby at the Dahlia Posyandu, Datarajan Village, Ulubelu District, Tanggamus Regency who met the inclusion and exclusion criteria, as many as 30 respondents. purposive sampling technique, research using univariate analysis and bivariate independent t-test.
The average weight of infants 7 months before being given complementary feeding practices with breast milk (MP-ASI) with a mean of 9,233 in the intervention group and a mean of 8,593 in the control group. The average weight of infants 7 months after being given complementary feeding practices (MP-ASI) with a mean of 9,740 in the intervention group and a mean of 8,773 in the control group. The results of statistical tests using independent tests obtained a p-value of 0.008 (α<0.05), which means that there is an effect of the practice of giving complementary foods to breast milk (MP-ASI) on the weight growth of 7-month babies at the Dahlia Posyandu, Datarajan Village, Ulubelu District. Tanggamus District in 2021. For Posyandu Dahlia, Datarajan Village, Ulubelu District, it is hoped that the results of this study can provide a new discourse to provide teaching activities for the practice of making MP-ASI.References
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Arisman. (2010). Buku Ajar Ilmu Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC.
Bennu, Martini., Fatimah, Susilawati, Eka. 2012. Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dengan Status Gizi Bayi 6-12 Bulan Di Posyandu Kurusumange Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros. Poltekkes Kesehatan Kemenkes Makassar. Volume 1 No 4 Tahun 2012. ISSN: 2302-1721
Coutsoudis&Bentley. (2009; Suryanti, N. W., Retnaningsih, L. N., & Krisnanto, P. D. (2017). HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA 6-12 BULAN DI POSYANDU DESA WEDOMARTANI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGEMPLAK II. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 4(3), 263-268.
Depkes RI. 2005. Manajemen Laktasi. Direktorat Gizi Masyarakat. Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat. Jakarta.
Fein SB, Grummer-Strawn LM, dan Raju TNK. 2008. Selected Complementary Feeding Practices and Their Association with Maternal Education Pediatrics. 122.
Gibney, M. J. (2009). Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC.
Hidayat. (2012). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia: Aplikasi. Konsep dan Proses Keperawatan. (D. Sjabana, Ed.) (1st ed.). Jakarta: Salemba.
Hindah, M. (2008). Makanan Pendamping AsiuntukBayiMulaiUsia 6 Bulan. Jakarta: Gramedia.
KemenKes, R. I. (2014). Pusat data dan informasi kementerian kesehatan RI.
KemenKes, R. I. (2015). Pmk No. 36 Tahun 2015 Tentang Pencegahan Kecurangan (Fraud) Dalam Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Pada Sistem Jaminan Sosial Nasional. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kumalasari, D. (2015). Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Sesuai Dengan Usia Bayi Di Desa Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan), 4(2), 8-12.
Laksmi PK. 2013. Status Gizi Anak Usia 6 – 24 Bulan yang Mengkonsumsi MP-ASI Buatan Sendiri, Pabrikan dan Campuran di Wilayah Kerja Puskesmas Talang Ratu Palembang. Skripsi, Jurusan Kedokteran Unsri (tidak di publikasikan).
Lestiarini, S., & Sulistyorini, Y. (2020). Perilaku Ibu pada Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) di Kelurahan Pegirian. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education, 8(1), 1-11.
Lutfitasari, A., Khasanah, U., Prakasiwi, S. I., Maulida, E., & Pertiwi, A. R. (2021). PENGENALAN DAN PELATIHAN MP-ASI BAYI USIA 6-12 BULAN DI KLINIK PRATAMA LUTFI HUSADA WELERI KENDAL JAWA TENGAH. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan, 3(1), 30-35.
Marimbi, Hanum. (2010). Tumbuh Kembang Status GiziBalita Dan Imunisasi Dasar Pada Balita. Yogyakarta: NuhaMedika.
Marmi. (2014). Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.
Menurut King and Burgess (2015; Ndani, W. 2017). PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING PADA BAYI USIA 6-12 BULAN di Posyandu, Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang (Doctoral dissertation, STIKES Insan Cendekia Medika Jombang).
Muhammad, Iman. (2013). Panduan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Bidang Kesehatan. Bandung: Citapustaka Media Perintis.
Nazarina, A. (2018). EFEK PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JUNTINYUAT. Hibualamo: Seri Ilmu-Ilmu Alam dan Kesehatan, 2(2), 1-4.
Notoadmodjo. (2012). Metodologi PenelitianKesehatan, RinekaCipta, Jakarta.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Ramaiah, Savitri. (2007). ASI danMenyusui. Jakarta: BuanaIlmuPopuler.
RI, D. (2003). Kegiatan Litbangkes/Namru-2 di Propinsi Lampung 1999-2002. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Departemen Kesehatan RI.
Roesli, Utami, 2013, Mengenal ASI Eksklusif , PT Pustaka Pembangunan. Swadaya Nusantara, Jakarta.
Snyder, S. J., Kozier, B., Erb, G. L., Levett-Jones, T., Dwyer, T., ... Berman, A., & Stanley, D. (2014). Kozier & Erb's fundamentals of Nursing Australian edition (Vol. 3). Pearson Higher Education AU.
Sugiyono. (2007). MetodePenelitian. CV. Alfabeta, Bandung.
Suhariati, (2010). Hubungan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Terhadap Pertumbuhan Balita usia 6-24 Bulan.
Supariasa I DewaNyoman., BachyarBakri.,IbnuFajar. (2012). Penilaian Status Gizi, Jakarta: EGC.
Titariza. 2009. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Makanan Pendamping ASI Dengan Perubahan Berat Badan Balita Usia 6-24 Bulan Di Posyandu Desa Banjarsari Kecamatan Gajah Kabupaten Demak. Skripsi. Program Studi Ilmu Keperawatan. Fakultas Kedokteran. Universitas Diponegoro. Semarang
WHO. (2010). Poin-Poin MP-ASI. angitberlian.blogspot.com/2014/11/poin-poin-penting-mpasi-who-2010.html
Yusmar MP. 2015. Hubungan antara penerapan basic feeding rules dengan laju pertumbuhan berat badan pada anak. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Palembang (tidak dipublikasikan).






